Masa remaja memang masa yang menyenangkan sekaligus masa yang
tersulit dalam hidup seseorang. Di masa ini seorang anak mulai
mencari jati diri mereka. Permasalahan yang sering timbul biasanya
seputar hubungan mereka dengan orangtua. Bagaimanakah sikap yang
tepat dari orangtua dan anak dalam masalah ini, apa yang harus
mereka lakukan, dan bagaimana tanggung jawab mereka? Silakan
menyimak tanya jawab dengan Pdt. Paul Gunadi, Ph.D berikut ini!
-----
T : Bagaimana hubungan antara orangtua dan remaja sehingga
kadang menimbulkan masalah-masalah di antara remaja?
J : Dr. James Dobson, pakar konseling kristen di Amerika Serikat
yang dikenal dengan sindikat radionya 'Fokus on the Family',
pernah berujar bahwa tidak ada jaminan bahwa orangtua yang baik
akan menghasilkan anak yang baik. Maksudnya adalah akan ada
kasus di mana anak-anak akan memilih jalan yang keliru meskipun
mereka dibesarkan dalam rumah tangga yang solid, yang baik, yang
mengasihi mereka, yang mendidik mereka dengan sehat. Contohnya
perumpamaan Tuhan Yesus tentang anak yang hilang, di situ kita
melihat bahwa si ayah mempunyai dua anak dan dia membesarkan
anaknya dengan baik tapi si anak bungsu pada waktu sudah
menginjak usia remaja atau dewasa memutuskan untuk keluar dari
rumah dan hidup sesuai dengan keinginannya sendiri dan lepas
dari bimbingan orangtuanya.
Jadi tidak tepat kalau kita mempersalahkan orangtua untuk semua
masalah yang dihadapi oleh para remaja. Tetapi saya juga harus
menekankan bahwa anak-anak adalah produk langsung dari orangtua,
dan bukan produk langsung dari pendidikan atau sekolah atau
gereja. Tanggung jawab untuk membesarkan anak diletakkan pada
pundak orangtua, bukan pada para pendidik di sekolah maupun pada
rohaniwan di gereja. Jadi kita juga harus mengakui bahwa
kehidupan dan cara orangtua membesarkan anak benar-benar
berdampak besar sekali pada perkembangan anak remaja kita,
karena orangtua sebetulnya adalah contoh atau model hidup bagi
si anak. Maksudnya, banyak hal-hal kecil yang tanpa disadari
disampaikan kepada anak melalui gaya hidup atau interaksi
orangtua dan anak. Kita pun sebagai orang dewasa sekarang akan
bisa mengakui bahwa kita dibesarkan di rumah yang tidak sempurna
karena orangtua kita pun tidak sempurna. Ada hal-hal tentang
orangtua kita yang kurang begitu baik tidak kita terima, tidak
kita adopsi tetapi hal-hal yang baik dari orangtua kita, yang
kita adopsi. Tapi tidak bisa kita sangkali pula bahwa akhirnya
cukup banyak hal-hal yang tidak sempat kita pikirkan, apakah itu
baik atau tidak, namun sudah telanjur kita serap, kita masukkan
menjadi bagian dalam hidup kita. Nah, itulah yang pada akhirnya
mempengaruhi masa pertumbuhan anak itu.
-----
T : Memang harus diakui seringkali orangtua berlaku tidak konsisten
menghadapi anak remajanya. Sering kita dengar orangtua berkata
kepada anaknya agar jangan mencontohnya dalam hal yang jelek,
yang baik-baik saja yang dicontoh. Bagaimana dengan pernyataan
seperti itu?
J : Kalau contoh yang jelek itu tidak parah, anak akan memaafkan
artinya anak akan menerima. Tapi kalau contoh yang jelek itu
kebetulan sangat jelek, anak sukar memaafkan, misalnya si ayah
ka
Senin, 26 Oktober 2009
-*- MASALAH REMAJA -*-
Posted by akhmad
22.25, under | No comments

0 komentar:
Posting Komentar